Rekening Bank WNI 17 Tahun Disiapkan, APBN Rp 11 T Dikucurkan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.. Sumber foto: commons.wikimedia.org.

TendaBesar.id - Jakarta - Pemerintah Indonesia mengambil langkah baru dalam memperluas inklusi keuangan nasional dengan merancang program pembukaan rekening bank secara otomatis bagi setiap warga negara yang memasuki usia 17 tahun. Kebijakan ini menyasar penduduk yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk sebagai basis data utama dalam proses administrasi kependudukan.

Dalam pelaksanaan program tersebut, setiap rekening baru yang tercipta secara otomatis akan langsung diisi dengan saldo awal senilai Rp 50 ribu. Pemerintah memastikan bahwa dana insentif awal yang diberikan melalui mekanisme perbankan ini dapat ditarik tunai langsung oleh masyarakat yang bersangkutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa estimasi kebutuhan anggaran untuk menjalankan program ini mencapai sekitar Rp 11 triliun. Perhitungan tersebut didasarkan pada proyeksi jumlah penduduk yang memasuki usia sasaran dalam cakupan skala nasional.

Pemerintah berencana mengintegrasikan sistem ini dengan memanfaatkan basis data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna memastikan ketepatan sasaran. Terkait teknis pelaksanaan di lapangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan keterangan resmi mengenai kesiapan infrastruktur perbankan yang akan dilibatkan.

Karena kan BI, bank BSI maupun BRI sudah punya programnya. Dan sebetulnya kami pernah lakukan juga di periode sebelumnya dengan berbagai program yang direct dari Menteri Keuangan ke rekening masing-masing orang,

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan kesiapan perbankan dalam menangani distribusi dana. Sebagaimana dikutip dari kumparan.com:

“Karena kan BI, bank BSI maupun BRI sudah punya programnya. Dan sebetulnya kami pernah lakukan juga di periode sebelumnya dengan berbagai program yang direct dari Menteri Keuangan ke rekening masing-masing orang,”

Airlangga Hartarto — kumparan.com

Untuk merealisasikan program penciptaan rekening otomatis ini, pemerintah menugaskan bank-bank milik badan usaha milik negara yang tergabung dalam Himbara. Bank Rakyat Indonesia dan Bank Syariah Indonesia ditunjuk untuk memfasilitasi percepatan pembukaan rekening di berbagai wilayah Indonesia termasuk khusus untuk Provinsi Aceh.

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan agar implementasi di lapangan dapat berjalan lancar. Meski demikian, rincian teknis terkait mekanisme pendaftaran resmi saat ini masih berada dalam tahap perancangan mendalam oleh pihak berwenang.

Dari sisi pembiayaan fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa ketersediaan anggaran negara masih mencukupi untuk menopang kebutuhan program tersebut. Pemerintah mengandalkan pos cadangan belanja yang selalu tersedia di dalam struktur anggaran pendapatan dan belanja negara untuk mengamankan jalannya kebijakan.

Pemerintah menargetkan agar penerapan program pembukaan rekening massal bagi WNI usia 17 tahun ini sudah dapat mulai berjalan sebelum akhir tahun 2026. Berbagai instansi terkait saat ini terus mematangkan kesiapan sistem agar integrasi data kependudukan dan perbankan dapat terwujud tanpa hambatan berarti.

Langkah strategis pemberian rekening perbankan otomatis ini diharapkan mampu mendongkrak tingkat literasi dan inklusi keuangan sejak dini bagi generasi muda Indonesia. Dengan dukungan penuh dari perbankan nasional serta ketersediaan ruang fiskal yang memadai, pemerintah optimis inisiatif ini dapat segera dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat.

Sumber rujukan: kumparan.com, most1058fm.com, finance.detik.com, economy.okezone.com, akurat.co.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

ads

News