
TendaBesar.id - Maluku Utara - Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Maluku Utara kembali meningkat setelah dilaporkan mengalami erupsi pada Minggu (6/9) malam. Letusan yang terjadi pada pukul 22.48 WIT tersebut terpantau menyemburkan kolom abu dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak kawah.
Peristiwa ini terekam dengan jelas pada peralatan seismogram Badan Geologi yang menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter. Fenomena erupsi ini menambah catatan aktivitas vulkanik gunung tersebut yang sebelumnya juga dilaporkan pada akhir Agustus dan awal September 2026.
Berdasarkan pengamatan visual, kolom abu yang keluar dari kawah aktif didominasi warna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Arah angin membawa sebaran material vulkanik tersebut condong menuju sisi utara dan timur laut dari puncak gunung yang memiliki ketinggian sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut tersebut.
Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Ibu masih ditetapkan pada Level II atau Waspada. Rekomendasi keselamatan telah dikeluarkan bagi masyarakat setempat maupun wisatawan yang berencana beraktivitas di sekitar kawasan tersebut. Larangan beraktivitas diberlakukan ketat dalam radius 2 kilometer, dengan perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer khusus ke arah bukaan kawah bagian utara.
Pihak Badan Geologi menjelaskan detail ketinggian kolom abu yang teramati melalui akun Thread resmi mereka. Sebagaimana dikutip dari kumparan.com:
“Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak (sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut)”
Badan Geologi — kumparan.com
Protokol Keselamatan dan Mitigasi Dampak Abu Vulkanik
Selain pembatasan ruang gerak, otoritas terkait menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh hujan abu. Langkah sederhana seperti penggunaan masker untuk melindungi pernapasan dan kacamata untuk menjaga kesehatan mata menjadi prosedur wajib yang harus dipatuhi.
Di tengah kondisi ini, keterbukaan akses informasi resmi menjadi kunci dalam menjaga ketenangan publik. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah termakan isu yang tidak jelas sumbernya dan tetap memantau arahan dari pemerintah daerah setempat agar tercipta suasana yang tetap kondusif di tengah situasi bencana.
Menanggapi situasi yang terjadi, pihak otoritas memberikan pesan penting kepada publik agar tetap tenang dan waspada terhadap informasi yang berkembang. Sebagaimana dikutip dari kumparan.com:
“Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong ( hoax ), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah”
Badan Geologi — kumparan.com
Hingga laporan ini disusun, durasi erupsi tercatat berlangsung selama kurang lebih 38 detik. Pihak berwenang akan terus memantau pergerakan seismik dan visual Gunung Ibu guna memastikan langkah mitigasi tepat sasaran bagi penduduk di wilayah terdampak.
Sumber rujukan: kumparan.com, inews.id, news.detik.com, liputan6.com.