Realisasi Anggaran MBG 2026 Capai Rp 117 Triliun, Target Rp 240 Triliun di 2027

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2026, realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp 117 triliun, setara dengan 56 persen dari total anggaran yang telah dioptimalkan menjadi Rp 229 triliun.

Angka tersebut menandai penurunan signifikan dibandingkan alokasi awal Rp 268 triliun, hasil dari proses penyisiran dan efisiensi yang dilakukan BGN, sekaligus menyiapkan landasan keuangan untuk program MBG tahun 2027 dengan target total anggaran sekitar Rp 240 triliun.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa realisasi Rp 117 triliun mencakup distribusi bantuan makanan bergizi kepada jutaan anak sekolah dan keluarga rentan, sekaligus menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan 56 persen penyelesaian anggaran per periode hingga hari kemarin.

Awalnya, BGN menyiapkan anggaran sebesar Rp 268 triliun untuk pelaksanaan MBG pada tahun 2026. Namun, melalui proses penyisiran, alokasi tersebut berhasil dipangkas menjadi Rp 229 triliun, menandakan adanya efisiensi yang signifikan dalam penggunaan dana publik.

Efisiensi tersebut tidak hanya mengurangi beban anggaran, tetapi juga memungkinkan BGN mengarahkan lebih banyak sumber daya ke kegiatan inti program, seperti penyediaan makanan bergizi, pelatihan gizi, dan pemantauan kualitas makanan di sekolah.

Meskipun realisasi belum mencapai target penuh, BGN menegaskan komitmennya untuk menyalurkan sisa anggaran yang tersisa secara tepat waktu, dengan harapan dapat menutup kesenjangan distribusi sebelum akhir tahun fiskal.

Saat menjawab wartawan di kantor pusat Kementerian Keuangan, Sudaryono menegaskan tingkat realisasi anggaran MBG hingga Agustus 2026.

“Rp 117 triliun sudah kita salurkan. Sekarang ini per kemarin ya, kalau enggak salah hari apa kemarin itu 56 persen per periode per hari kemarin, ya, per hari kemarin sudah 56 persen ya,”

Sudaryono — kumparan.com

Melihat ke depan, Sudaryono mengungkapkan bahwa anggaran BGN untuk tahun 2027 diproyeksikan mencapai sekitar Rp 240 triliun, dengan porsi terbesar—sekitar 97 persen atau Rp 232,8 triliun—dialokasikan untuk pelaksanaan MBG yang menargetkan 72,1 juta penerima manfaat.

Sisa anggaran sebesar 3 persen atau Rp 7,2 triliun akan difokuskan pada operasional BGN, termasuk fungsi pengawasan, monitoring, serta pembayaran gaji kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berstatus PPPK, yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 30.000 orang.

Menurut Sudaryono, dana operasional ini penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program, sehingga setiap rupiah yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan secara tepat dan tepat waktu.

Dengan alokasi yang jelas antara program inti dan operasional, BGN berharap dapat meningkatkan efektivitas MBG, memperluas jangkauan manfaat, serta menurunkan tingkat kekurangan gizi di kalangan anak-anak Indonesia.

Dengan realisasi Rp 117 triliun pada 2026 dan rencana anggaran Rp 240 triliun untuk 2027, BGN menegaskan komitmen kuatnya dalam memperluas cakupan program Makan Bergizi Gratis, sekaligus menjaga efisiensi penggunaan dana publik demi kesejahteraan gizi generasi mendatang.

Sumber rujukan: kumparan.com.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

ads

News