Prosedur Ketat Garuda Indonesia Pastikan Pesawat Aman dari Abu Vulkanik

Teknisi maskapai Garuda Indonesia melakukan pemeliharaan pesawat pasca paparan abu vulkanik.
Teknisi maskapai Garuda Indonesia melakukan pemeliharaan pesawat pasca paparan abu vulkanik.. Sumber foto: idntimes.com.

TendaBesar.id - Jakarta - Penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 memaksa maskapai Garuda Indonesia untuk sementara menghentikan layanan penerbangan. Kebijakan ini menyasar rute dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung selama periode 6 hingga 7 September 2026 sebagai langkah mitigasi keselamatan penumpang.

Operasional penerbangan kembali dipulihkan pada 8 September 2026 setelah melalui serangkaian evaluasi menyeluruh. Sebelum diizinkan kembali mengudara, seluruh armada yang terpapar abu vulkanik wajib menjalani prosedur pemeriksaan teknis yang ketat untuk memastikan tidak ada partikel yang mengganggu sistem vital pesawat.

Prosedur penanganan dimulai dengan inspeksi luar yang mendalam pada badan pesawat, mesin, saluran masuk udara, hingga sensor-sensor penting. Abu vulkanik memiliki karakteristik yang dapat menempel pada permukaan maupun menyusup ke dalam komponen sistem, sehingga pembersihan tidak bisa dilakukan sembarangan. Teknisi menggunakan metode serta material khusus yang sesuai dengan instruksi pabrikan untuk menjaga integritas komponen sekaligus mencegah residu masuk lebih dalam.

Selain pembersihan, Garuda Indonesia melakukan koordinasi dengan pengelola bandara untuk memasang penutup pelindung pada mesin dan saluran udara saat pesawat parkir di area terdampak. Langkah-langkah preventif ini krusial mengingat abu vulkanik dapat mengendap pada bagian atas badan pesawat, sayap, hingga ekor horizontal yang berpotensi memengaruhi aerodinamika jika tidak dibersihkan dengan benar.

Dalam menjelaskan pentingnya pemeriksaan individual untuk setiap armada setelah terpapar abu vulkanik, Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, menyampaikan bahwa, Sebagaimana dikutip dari www.idntimes.com:

“Pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan tindakan yang diperlukan pada masing-masing pesawat. Kami memastikan seluruh pemeriksaan dan perawatan yang dipersyaratkan telah diselesaikan sesuai panduan pabrikan sebelum pesawat dinyatakan laik terbang dan kembali melayani penumpang”

Mukhtaris — www.idntimes.com

Standar Kelaikudaraan dan Prosedur Pemeriksaan

Proses verifikasi kelaikudaraan menjadi tahap akhir yang menentukan apakah sebuah pesawat dapat kembali melayani penumpang atau tidak. Teknisi memastikan seluruh pekerjaan perawatan telah diselesaikan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku. Hal ini dilakukan demi menjamin bahwa setiap aspek pesawat memenuhi standar keamanan penerbangan sebelum diputuskan untuk kembali beroperasi.

Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, menjelaskan bahwa kebutuhan penanganan teknis untuk setiap pesawat bisa bervariasi bergantung pada intensitas paparan yang dialami. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional maskapai di tengah gangguan bencana alam.

Selama proses pemulihan operasional, koordinasi dengan otoritas penerbangan terus dilakukan guna memantau perkembangan sebaran abu vulkanik. Fokus utama manajemen adalah memastikan kesiapan armada agar setiap perjalanan tetap berlangsung dengan aman dan nyaman, meskipun sempat terjadi penyesuaian jadwal yang berdampak pada rencana perjalanan para penumpang.

Mukhtaris menambahkan mengenai komitmen perusahaan terhadap penumpang, dengan menyatakan bahwa, Sebagaimana dikutip dari www.idntimes.com:

“Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami dan landasan setiap keputusan operasional. Kami memahami bahwa penyesuaian penerbangan turut memengaruhi rencana dan waktu berharga para penumpang. Kepercayaan yang diberikan menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan kesiapan pesawat dan layanan, agar setiap perjalanan dapat kembali berlanjut dengan aman dan nyaman”

Mukhtaris — www.idntimes.com

Langkah preventif dan pemeriksaan teknis yang dilakukan Garuda Indonesia mencerminkan protokol standar dalam menjaga kelaikudaraan pesawat di tengah ancaman abu vulkanik. Dengan berpedoman pada petunjuk pabrikan serta koordinasi intensif dengan otoritas terkait, maskapai berupaya meminimalisir risiko operasional sekaligus menjamin keselamatan penumpang hingga pemulihan penerbangan kembali normal.

Sumber rujukan: idntimes.com, www.idntimes.com, industri.kontan.co.id, finance.detik.com, liputan6.com.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

ads

News