Puluhan pendukung Internacional yang tergabung dalam Consulado Colorado Santa Cruz kembali melakukan perjalanan darat menuju Porto Alegre untuk menyaksikan derby klasik Gre-Nal 453. Pertandingan leg pertama perempat final Copa do Brasil yang digelar di Estádio Beira-Rio ini menjadi momen krusial bagi suporter dari wilayah Vale do Rio Pardo untuk memberikan dukungan langsung dari tribun penonton.
Perjalanan dari Santa Cruz do Sul menuju ibu kota negara bagian Rio Grande do Sul tersebut sudah menjadi rutinitas yang biasa dilakoni para suporter setiap kali Internacional melakoni laga penting. Menjelang laga yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam pukul 20.00 waktu setempat, rombongan suporter ini kembali bersiap mengenakan kostum kebanggaan mereka dan menempuh jalan raya demi mengawal klub kesayangan.
Mengorganisasi rombongan suporter lintas daerah dalam skala besar membutuhkan pengelolaan yang cermat. Penyelenggara harus mengakomodasi beragam karakter pendukung, mulai dari rombongan yang gemar bersuara lantang hingga pendukung yang lebih memilih menikmati perjalanan dengan tenang. Upaya penataan ini dilakukan demi memastikan seluruh peserta dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman hingga tiba di stadion.
Keberadaan tur perjalanan ini juga membuka akses bagi kalangan suporter yang memiliki keterbatasan finansial agar tetap dapat merasakan atmosfer pertandingan secara langsung di stadion. Melalui program rombongan yang terjangkau, banyak pendukung yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan kini bisa menginjakkan kaki di Estádio Beira-Rio dan menyaksikan aksi tim kesayangannya dari dekat.
Mengenai dinamika mengelola rombongan suporter yang beragam selama hampir dua dekade, salah satu penyelenggara tur membeberkan tantangannya.
“Bung, sudah hampir 20 tahun kami menjalankan peran mengorganisasi tur ini. Dan itu tidak mudah, kan? Mengumpulkan semua kelompok. Ada rombongan yang ramai, ada yang lebih tenang, dan kami harus selalu membaginya.”
Ruben Antônio Haas Neto — gaz.com.br
Dua Tim Sama-Sama Tertekan di Papan Bawah
Pertemuan ke-453 antara Internacional dan Grêmio ini berlangsung dalam tekanan situasi kompetisi domestik yang serba sulit. Kedua klub yang menjadi rival abadi di Rio Grande do Sul tersebut sedang berjuang keluar dari papan bawah klasemen sementara Campeonato Brasileiro, di mana keduanya sama-sama mengoleksi 25 poin dan hanya unggul satu poin di atas zona degradasi.
Grêmio saat ini berada di peringkat ke-15 klasemen Campeonato Brasileiro karena unggul dalam jumlah kemenangan atas Internacional. Dengan kondisi sulit di liga domestik, ajang Copa do Brasil menjadi peluang penting bagi kedua tim untuk mendapatkan momentum kebangkitan serta mengembalikan kepercayaan diri di tengah situasi krisis yang membayangi performa musim ini.
Pertandingan leg pertama di Beira-Rio ini menjadi langkah awal sebelum kedua tim kembali berhadapan pada leg kedua yang akan digelar di markas Grêmio, Arena, pada pekan depan. Bagi para pendukung yang bertolak dari Santa Cruz do Sul, tekanan performa tim tidak mengikis semangat mereka untuk terus memberikan pengawalan penuh sepanjang pertandingan.
Ruben juga menekankan dampak sosial dari kegiatan tur rombongan ini bagi para pendukung lokal di daerahnya.
“Ini adalah pekerjaan yang kami kembangkan selama bertahun-tahun. Kami sudah memperkenalkan Beira-Rio kepada banyak orang, terutama mereka yang berpenghasilan lebih rendah agar bisa mengenal Beira-Rio juga.”
Ruben Antônio Haas Neto — gaz.com.br
Meskipun perjalanan panjang dan dinamika di lapangan menghadirkan tantangan tersendiri, komitmen suporter daerah untuk berdiri di belakang Internacional tetap tidak tergoyahkan. Kehadiran rombongan pendukung dari Santa Cruz do Sul di tribun Beira-Rio menjadi bukti nyata bahwa loyalitas suporter melampaui statistik pertandingan maupun posisi klub di papan klasemen.
Sumber rujukan: gaz.com.br, www.gaz.com.br.
