Tim Nasional Sepak Bola U-17 Indonesia bersiap mengarungi persaingan dalam Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 setelah dipastikan menempati Pot 1 atau kelompok unggulan dalam proses pengundian grup. Kepastian posisi ini memberikan keuntungan strategis bagi skuad Garuda Muda untuk menghindari pertemuan lebih awal dengan sejumlah tim kuat di kawasan Asia saat pembagian kelompok dilakukan.
Agenda pengundian resmi untuk babak kualifikasi tersebut dijadwalkan berlangsung di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis, 27 Agustus 2026, mulai pukul 14.30 WIB. Proses pengundian ini menjadi langkah awal yang sangat krusial bagi seluruh kontestan untuk memetakan peta persaingan dan jalur kelulusan menuju putaran final.
Secara keseluruhan, sebanyak 35 tim nasional dari seluruh penjuru Asia akan bersaing dalam fase kualifikasi ini. Seluruh peserta tersebut bakal dibagi secara merata ke dalam tujuh grup, di mana setiap grup nantinya diisi oleh lima tim yang bertanding secara kompetitif.
Konfederasi Sepak Bola Asia menetapkan bahwa pertandingan babak kualifikasi akan digelar dengan format single round-robin di lokasi yang terpusat. Berdasarkan jadwal resmi yang disiapkan, seluruh rangkaian pertandingan kualifikasi tersebut akan berlangsung pada rentang waktu 8 hingga 20 November 2026.
Aturan Ketat Kelulusan dan Peta Persaingan Kontestan
Persaingan memperebutkan tiket menuju babak utama dipastikan berjalan sangat ketat karena regulasi kelulusan yang terbilang minim. Hanya tujuh tim yang berhasil mengunci status sebagai juara dari masing-masing grup yang berhak mengamankan tiket langsung untuk melaju ke putaran final Piala Asia U-17 2027.
Sementara itu, putaran final Piala Asia U-17 2027 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 29 Mei 2027. Sebelum fase kualifikasi ini dimulai, sudah ada sembilan negara yang dipastikan lolos otomatis ke putaran final tanpa harus melewati babak kualifikasi karena keberhasilan mereka melaju ke Piala Dunia U-17 2026.
Sembilan tim nasional yang telah lebih dahulu mengamankan tempat di babak utama tersebut adalah Uzbekistan, Australia, Arab Saudi, Tajikistan, Jepang, China, Vietnam, Korea Selatan, dan Qatar. Absennya tim-tim tersebut di fase kualifikasi membuka peta persaingan yang lebih terbuka bagi negara peserta lainnya.
Penentuan pembagian pot untuk pengundian kualifikasi ini didasarkan pada sistem poin yang mengacu pada pencapaian dan peringkat terakhir dari masing-masing tim pada tiga edisi turnamen sebelumnya. Dalam pembagian tersebut, 35 tim dialokasikan ke dalam lima pot utama dan satu pot khusus yang diperuntukkan bagi tim-tim tuan rumah penyelenggara grup.
Dalam pembagian pot unggulan pertama atau Pot 1, Indonesia berada bersama beberapa negara kuat lain seperti Yaman, India, dan Iran. Berada di pot teratas memberi kesempatan bagi Indonesia untuk mendapatkan lawan yang secara riwayat performa berada di pot yang lebih rendah.
Selain diisi oleh negara-negara yang sudah langganan tampil, babak kualifikasi ini juga berpotensi menghadirkan sejarah baru bagi 13 negara yang berpeluang mencatatkan debut di putaran final. Negara-negara tersebut meliputi Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, Taiwan, Guam, Lebanon, Maladewa, Mongolia, Kepulauan Mariana Utara, Palestina, Filipina, Sri Lanka, hingga Makau.
Dengan persiapan matang dan status sebagai tim unggulan di Pot 1, Timnas U-17 Indonesia diharapkan mampu memaksimalkan peluang dalam laga kualifikasi mendatang demi mengamankan satu tempat di ajang bergengsi tingkat benua tersebut.
Sumber rujukan: Tribunnews, medan.tribunnews.com.