
Jelang pertandingan Derby Yeongoji antara FC Anyang dan FC Seoul pada babak ke-24 Liga K, pelatih Anyang, Yoo Byung-hoon, menegaskan pentingnya ketenangan mental pemain. Pertandingan yang dijadwalkan pada 22 Agustus di Anyang Stadium menjadi sorotan utama bagi klub yang tengah berjuang keluar dari zona menengah klasemen.
Saat ini FC Anyang berada di posisi ketujuh dengan catatan tujuh kemenangan, sembilan hasil imbang, dan tujuh kekalahan (30 poin). Meskipun tim tidak mengalami kekalahan pada bulan lalu, performa mereka menurun menjadi tiga kekalahan beruntun di liga pada bulan ini, meski berhasil melaju ke perempat final Piala Korea dengan mengalahkan Jeju SK.
Yoo menegaskan bahwa meskipun tim sedang mengalami rentetan kekalahan, pertandingan melawan Seoul memiliki makna khusus bagi klub dan para pendukung. "We are still losing consecutive games in the league. The match against Seoul is a game that means a lot to the club and fans. I and the players are well aware. But I think it's more important to play calmly by dancing well rather than putting your emotions ahead," ujarnya sebelum tim berangkat ke stadion.
Kekhawatiran utama pelatih terletak pada lini serang yang tengah berjuang. Dua pemain kunci, El Kurano dan Yukichi, mengalami cedera pada pertemuan sebelumnya, menambah beban pada manajemen skuad. "Injuries to players this season have been repeated. It is largely due to the coach's poor management," kata Yoo, menyoroti tantangan dalam menjaga kebugaran pemain.
Meskipun demikian, Yoo tetap menaruh harapan pada pemain yang baru pulih. Ayrton, yang baru kembali dari cedera, belum mencapai kebugaran penuh, namun pelatih berharap Choi Gun‑joo dan Chae Hyun‑woo dapat mengisi kekosongan di lini depan. "We should hope more for Choi Gun‑joo and Chae Hyun‑woo's performance," tambahnya.
Insiden pada pertemuan sebelumnya juga menjadi bahan evaluasi. Pemain muda Kim Kang (lahir 2007) mendapat kartu merah setelah melakukan aksi provokatif terhadap suporter Seoul, yang kemudian menuai kritik tajam atas respons emosionalnya. Yoo menegaskan bahwa sikap impulsif dapat berbalik merugikan tim, sehingga penting bagi pemain untuk mengendalikan emosi di lapangan.
Sebelum pertandingan, pelatih Anyang menekankan pentingnya ketenangan mental pemain.
“We are still losing consecutive games in the league. The match against Seoul is a game that means a lot to the club and fans. I and the players are well aware. But I think it's more important to play calmly by dancing well rather than putting your emotions ahead,”
Yoo Byung-hoon — mk.co.kr
Selain aspek teknis, pelatih menekankan pentingnya disiplin taktik. Ia mengingatkan bahwa lawan utama dalam derby ini bukan hanya rival sekota, melainkan tekanan mental yang dapat memengaruhi keputusan di lapangan. "If you're impatient, it'll come back to a bad result for the team, so even if you run into it and (emotion) boils down, you have to look at the game coolly," jelasnya.
Dengan fokus pada strategi bermain yang terorganisir dan kontrol emosi, Yoo berharap Anyang dapat memanfaatkan dukungan suporter di kandang. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi tim yang tengah berusaha bangkit, tetapi juga menjadi momen penting bagi para pendukung yang menantikan kemenangan melawan rival tradisional.
Derby Yeongoji antara FC Anyang dan FC Seoul akan menjadi ujian nyata bagi strategi pelatih Yoo dalam menyeimbangkan tekanan kompetitif dan kontrol emosi. Jika tim dapat mengeksekusi taktik yang disiplin dan meminimalisir kesalahan akibat impulsif, peluang untuk mengakhiri rentetan kekalahan dan meraih tiga poin penting di papan klasemen akan semakin terbuka.
Sumber rujukan: mk.co.kr.