
Coventry City menambah persaingan di lini depan setelah mendatangkan Taiwo Awoniyi dan Sidiki Cherif menjelang bergulirnya musim Premier League. Kehadiran dua penyerang tersebut membuat posisi Ellis Simms sebagai pilihan utama tidak lagi sepenuhnya aman, terutama ketika Haji Wright masih menjalani pemulihan cedera.
Dalam permainan Fantasy Premier League, Awoniyi dibanderol £5,5 juta, sedangkan Cherif dan Simms masing-masing bernilai £5,0 juta. Angka itu merupakan harga pemain di FPL, bukan nilai transfer yang dibayarkan Coventry. Penjelasan ini penting agar pembaca tidak keliru memahami biaya perekrutan kedua pemain.
Simms semula diperkirakan memimpin serangan Coventry karena tampil cukup menonjol selama pramusim. Ia mencatat menit bermain lebih banyak daripada pemain Coventry lainnya, mencapai 363 menit, dan mencetak dua gol. Pada musim Championship sebelumnya, Simms juga membukukan 13 gol meski beberapa kali berada di belakang Wright dalam urutan penyerang.
Namun, situasinya berubah setelah Awoniyi dan Cherif bergabung. Simms masih memiliki keuntungan karena telah memahami pola permainan Frank Lampard dan lebih lama berlatih bersama skuad. Meski demikian, dua rekrutan baru memberi pelatih pilihan berbeda serta membuka kemungkinan perubahan susunan pemain setelah pekan pertama.
Awoniyi membawa pengalaman Premier League dari Nottingham Forest. Pada musim 2022/2023, penyerang asal Nigeria itu mencetak 10 gol dalam 27 penampilan liga. Catatan tersebut diraih meski ia sempat absen hampir tiga bulan karena cedera pangkal paha. Masalah kebugaran kemudian membatasi jumlah penampilannya pada musim-musim berikutnya.
Lampard mengakui riwayat cedera tersebut telah menjadi perhatian tim medis, tetapi tidak melihatnya sebagai alasan untuk meragukan sang pemain. “Saya tidak khawatir tentang hal itu. Ada alasan Taiwo meninggalkan Nottingham Forest untuk bergabung dengan kami. Kami sangat menyukainya dan berharap dia akan tampil baik bersama kami, tetapi kami menyadari riwayat cederanya,” ujar Lampard.
Pelatih Coventry itu melihat motivasi Awoniyi sebagai modal penting. Ia menilai seorang pemain yang datang dengan rasa lapar untuk kembali bermain dapat memberi dorongan positif bagi tim, selama proses kebugarannya tetap dikelola dengan cermat.
“Secara medis, kami harus menjaganya dan mempersiapkannya. Namun, saya menyukai pemain yang datang dengan keinginan menjadi sosok utama dan mendapatkan lebih banyak menit bermain. Itu sangat positif,” kata Lampard.
Selain pengalaman, Awoniyi menawarkan karakter penyerang yang dibutuhkan Coventry saat menghadapi ketatnya Premier League. “Kekuatan, daya tahan, kemampuan menahan bola, dan berlari ke belakang garis pertahanan adalah hal-hal yang menurut saya sangat berharga di Premier League,” ungkap Lampard.
Cherif datang dengan profil berbeda. Penyerang berusia 19 tahun itu lahir di Guinea dan tumbuh di Prancis sebelum bermain untuk Angers serta Fenerbahce. Ia mencetak dua gol dalam 12 penampilan Liga Turki setelah bergabung dari Angers, sementara pada paruh awal musim 2023/2024 ia sempat mencetak empat gol liga bersama klub Prancis tersebut.
Usianya masih muda, tetapi Cherif telah merasakan pertandingan Europa League dan kualifikasi Liga Champions. Coventry diperkirakan akan mengembangkannya secara bertahap. Lampard menilai kecepatan berlari di belakang garis pertahanan dan potensi pengembangan Cherif dapat memberi variasi yang berbeda dibandingkan Awoniyi.
Bagi Simms, persaingan ini tidak serta-merta berarti kehilangan tempat sejak awal. Kedekatannya dengan sistem Lampard membuatnya tetap berpeluang memulai musim sebagai penyerang utama. Akan tetapi, Awoniyi akan memperoleh tambahan waktu latihan untuk menyesuaikan diri, sedangkan Cherif dapat menjadi opsi dari bangku cadangan. Keputusan akhir bergantung pada kondisi latihan dan kebutuhan setiap pertandingan.
Manajer FPL sebaiknya tidak menganggap Simms sebagai pemain £5,0 juta yang pasti menjadi starter dalam jangka panjang. Ia masih memiliki nilai sebagai pilihan murah, tetapi potensi rotasi meningkat setelah kedatangan dua pesaing baru. Memantau konferensi pers, susunan pemain, dan pembagian menit pada pekan pertama akan lebih aman daripada mengambil keputusan hanya berdasarkan performa pramusim.
Dari sisi Coventry, bertambahnya pilihan di lini depan merupakan langkah untuk menjaga ancaman serangan sepanjang musim. Persaingan yang sehat dapat meningkatkan performa, tetapi pengelolaan menit bermain tetap diperlukan agar pemain tidak kehilangan ritme atau dipaksakan sebelum siap. Posisi Simms kini lebih kompetitif, bukan otomatis tersingkir.
Sumber rujukan: Fantasy Football Scout.