Wall Street Menguat: Nvidia Proyeksikan Pendapatan 70% Naik, Dorong Saham Teknologi

Lantai perdagangan Wall Street dengan layar menampilkan indeks naik dan logo Nvidia, menggambarkan penguatan pasar teknologi.
Lantai perdagangan Wall Street dengan layar menampilkan indeks naik dan logo Nvidia, menggambarkan penguatan pasar teknologi.. Sumber foto: kumparan.com.

Pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, indeks utama Wall Street menunjukkan penguatan yang signifikan. Dow Jones Industrial Average naik 105,56 poin atau 0,20 persen menjadi 53.569,44, S&P 500 menguat 55,29 poin atau 0,72 persen menjadi 7.730,99, dan Nasdaq Composite melaju 411,16 poin atau 1,57 persen menjadi 26.541,35. Lonjakan ini didorong oleh prospek positif Nvidia, yang memperkirakan pertumbuhan pendapatan sekitar 70 persen untuk tahun fiskal yang berakhir Januari 2028, menambah sentimen bullish di kalangan investor teknologi.

Selain Nvidia, pasar juga memantau pergerakan imbal hasil Treasury AS menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, serta dinamika harga minyak mentah yang kembali naik. Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan aliran dana ke sektor teknologi, sementara investor menilai implikasi kebijakan moneter dan pasokan energi terhadap likuiditas pasar global.

Sektor teknologi dalam indeks S&P 500 menjadi satu-satunya sektor utama yang mencatat kenaikan, melesat 3,4 persen. Kenaikan ini tidak terbatas pada Amerika; saham-saham teknologi di Eropa juga mengalami penguatan setelah Nvidia mengumumkan proyeksi pertumbuhan pendapatan yang agresif. Kenaikan tersebut mencerminkan ekspektasi pasar terhadap adopsi kecerdasan buatan (AI) yang dipercepat oleh produk dan layanan Nvidia, serta keyakinan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi akan terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi digital.

Menurut Chief Market Strategist Brett Ewing dari First Franklin Financial Services, “Teknologi menciptakan arus dana hari ini. Ini menarik seluruh modal.” Ewing menilai bahwa kinerja Nvidia dan komentar eksekutif perusahaan telah menjawab banyak pertanyaan investor mengenai perkembangan AI yang pesat.

Menurut Chief Market Strategist Brett Ewing dari First Franklin Financial Services,

“Teknologi menciptakan arus dana hari ini. Ini menarik seluruh modal,”

Brett Ewing — kumparan.com

Dinamika Pasar Energi dan Treasury

Sementara sektor teknologi menguat, pasar energi menunjukkan tekanan naik. Harga minyak mentah AS naik 1,58 persen menjadi USD 83,53 per barel, dan minyak Brent mencapai USD 89,70 per barel, naik 2,12 persen. Kenaikan harga dipicu kekhawatiran pasokan, yang juga memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter. Di sisi lain, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun naik 1,22 basis poin menjadi 4,676 persen, sementara obligasi 30 tahun dan 2 tahun masing-masing naik 0,91 dan 1,21 basis poin. Pergerakan ini menandakan pasar menyesuaikan ekspektasi suku bunga di tengah ketidakpastian geopolitik, termasuk ketegangan politik di Prancis yang menurunkan indeks CAC 40 sebesar 1,7 persen.

Matt Miskin, Co‑Chief Investment Strategist Manulife John Hancock Investments, menekankan bahwa “Masih sangat tidak jelas bagaimana dinamika pasokan pada akhirnya akan berkembang. Hal itu menarik perhatian pasar Treasury, dan volatilitas tersebut menimbulkan kegelisahan serta kecemasan bagi investor dan pasar secara lebih luas.” Ia menambahkan bahwa laporan keuangan Nvidia yang kuat serta panduan pertumbuhan yang optimis mendorong trader kembali ke sektor teknologi setelah sebelumnya melakukan rotasi keluar.

Ewing menilai bahwa kinerja Nvidia dan komentar eksekutif perusahaan telah menjawab banyak pertanyaan investor mengenai perkembangan AI yang pesat.

“AI akan terus bertahan. AI akan tumbuh. Pertumbuhannya semakin cepat, kita belum mendekati puncak pembangunan infrastruktur,”

Brett Ewing — kumparan.com

Secara keseluruhan, penguatan Wall Street pada akhir Agustus 2026 mencerminkan kombinasi faktor fundamental dan sentimen: proyeksi pendapatan Nvidia yang agresif, aliran dana ke sektor teknologi, serta ketidakpastian di pasar energi dan obligasi Treasury. Jika tren AI terus berlanjut dan pasokan energi tetap stabil, pasar kemungkinan akan mempertahankan momentum positif, meski investor tetap waspada terhadap volatilitas yang dapat dipicu oleh kebijakan moneter dan geopolitik.

Sumber rujukan: kumparan.com.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

ads

News