Ajakan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut) Ulyas Taha mengajak aparatur sipil negara menghidupkan semangat perjuangan ulama dan santri. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan integritas, serta pengabdian nyata kepada masyarakat. Ulyas menyatakan bahwa ASN harus disiplin, berani membela kebenaran, bertanggung jawab, dan mencintai Tanah Air dalam tugas sehari-hari. [S1]
Teladan Perjuangan Ulama dan Santri
Menurut Ulyas, perjuangan ulama dan santri perlu dilanjutkan lewat pengabdian dan karya nyata bagi bangsa. Semangat tersebut dulu menggerakkan umat Islam mempertahankan kemerdekaan dan mengobarkan perjuangan rakyat yang berpuncak pada peristiwa 10 November 1945. Nilai-nilai perjuangan santri dinilai sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas kebangsaan yang patut dihargai. [S1]
Makna Hari Santri bagi ASN
Ulyas mengajak ASN di lingkungan Kemenag menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum memperkuat integritas dan tanggung jawab pelayanan publik. Semangat santri saat ini tidak diwujudkan melalui perjuangan fisik, melainkan lewat peningkatan kualitas pelayanan, penguatan karakter, profesionalisme, serta komitmen membangun kehidupan masyarakat yang rukun. Nilai-nilai tersebut harus menjadi inspirasi untuk menjaga kejujuran dan memberikan pelayanan adil tanpa membedakan latar belakang. [S1]
Tema Hari Santri Nasional 2026
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menegaskan pentingnya peran generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, adaptif terhadap teknologi, dan peduli pada persatuan bangsa. Ulyas berharap sejarah perjuangan santri diterjemahkan ke dalam tindakan nyata untuk mendorong kemajuan Indonesia, bukan sekadar dikenang secara seremonial. [S1]
Rujukan:
- [S1] Hari Santri 2026, Kemenag Sulut tekankan penguatan pada integritas ASN (2026-10-23)