Antrean IPO di Bursa Efek Indonesia
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sembilan perusahaan berada dalam antrean pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga 23 Oktober 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, dalam keterangan resmi di Jakarta pada hari Jumat. [S1]
Klasifikasi Aset dan Sektor Perusahaan
Dari sembilan perusahaan tersebut, tiga perusahaan memiliki aset berskala besar di atas Rp250 miliar, lima perusahaan berskala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan satu perusahaan berskala kecil di bawah Rp50 miliar. Klasifikasi skala aset ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017. Berdasarkan sektor usaha, empat perusahaan berasal dari sektor kesehatan, dua dari sektor energi, dua dari sektor barang baku, dan satu dari sektor keuangan. [S1]
Realisasi IPO dan Target Pasar Modal
Sepanjang 2026 hingga 23 Oktober, BEI melaporkan tujuh perusahaan telah melaksanakan IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun. Jumlah perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia mencapai 963 perusahaan, dengan target meningkat menjadi 1.100 perusahaan pada 2030. [S1]
Penerbitan EBUS dan Rights Issue
BEI juga mencatat penerbitan 149 emisi dari 66 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana dihimpun sebesar Rp151,95 triliun hingga 23 Oktober 2026. Selain itu, terdapat 25 emisi dari 16 penerbit EBUS yang berada dalam antrean. Sementara dalam aksi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, sebanyak 16 perusahaan telah merealisasikan aksi tersebut dengan total nilai mencapai Rp37,35 triliun, serta satu perusahaan properti dalam antrean. [S1]
Rujukan:
- [S1] BEI catat sembilan perusahaan antre IPO hingga Oktober 2026 (2026-10-23)