TendaBesar.Id - Opini - Bidak Kecil yang Tak Pernah Mundur. Dalam permainan catur, ada satu bidak yang sering diremehkan: bidak kecil. Bentuknya sederhana, langkahnya pendek, bahkan sering menjadi korban paling awal di papan permainan.
Namun ada satu prinsip yang membuatnya istimewa: ia tidak pernah mundur.
Bidak kecil mengajarkan kita tentang keteguhan iman dan keberanian melangkah, meskipun diri terasa kecil, lemah, atau tidak dianggap. Dalam hidup, kita juga sering merasa seperti bidak kecil—punya beban, punya keterbatasan, dan tak selalu mendapat tempat terhormat. Tapi Allah tidak menilai seberapa besar kemampuan kita; yang Allah lihat adalah keikhlasan kita untuk terus maju.
Allah berfirman:
_“Maka apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah.”_
(QS. Ali Imran: 159)
Dalam ayat ini, Allah tidak berkata “apabila kamu besar, kuat, atau sempurna”… tetapi “apabila kamu telah bertekad”. Sama seperti bidak kecil—langkahnya mungkin pendek, tapi tekadnya tidak pernah mundur.
Dan jika bidak kecil istiqamah melangkah sampai akhir, ia bisa mencapai baris terakhir dan berubah menjadi ratu, bidak terkuat di papan catur.
Begitu pula manusia—siapa pun yang istiqamah dalam ketaatan, sabar dalam ujian, dan terus melangkah di jalan Allah, Allah akan mengangkat derajatnya jauh melebihi kedudukannya hari ini.
Maka jangan remehkan langkah kecilmu.
Hari ini mungkin hanya satu ayat yang kamu baca.
Hanya satu doa yang kamu panjatkan.
Hanya satu langkah menjauhi maksiat.
Hanya satu perbaikan dalam hidup.
Tapi langkah kecil yang tidak pernah mundur, itu lebih mulia daripada rencana besar yang tidak pernah dijalankan.
Jadilah seperti bidak kecil itu:
Kecil tidak masalah, yang penting tidak mundur dari ketaatan, tidak mundur dari perjuangan, dan tidak mundur dari tujuan hidup yang Allah ridai.
Karena kemenangan bukan milik yang paling kuat, tapi milik yang terus bergerak maju.
Ummat Cerdas Berdaya
_Masjid•Sulaiman_
