Pemantauan Keamanan WNI
Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing terus memantau perkembangan situasi dan keamanan warga negara Indonesia (WNI). Pemantauan ini dilakukan menyusul peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Tibet, China, pada Kamis malam waktu setempat. [S1]
Kondisi WNI dan Imbauan Darurat
Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa sejauh ini belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak gempa tersebut berdasarkan catatan KBRI Beijing. KBRI Beijing telah menyampaikan informasi gempa serta imbauan keamanan kepada WNI di wilayah akreditasi melalui sarana hotline di Weixin atau Wechat. [S1]
Informasi Kontak Darurat
WNI yang berada dalam kondisi darurat, terdampak gempa, dan atau memerlukan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Beijing melalui nomor +86-186-1045-5488 yang juga terhubung melalui layanan Wechat. [S1]
Detail Gempa dan Dampak di Tibet
Gempa bumi tersebut memiliki magnitudo 7,0 dan terjadi di wilayah Prefektur Nagqu, Tibet. Pusat gempa berada di wilayah pegunungan yang terletak sekitar 190 kilometer dari Kota Nagqu. Otoritas setempat melaporkan adanya 16 korban jiwa, 46 korban luka, serta kerusakan pada 339 rumah dan 20 kandang ternak yang roboh hingga hari Jumat. [S1]
Penanganan dan Penyelamatan
Pemerintah setempat telah mengerahkan lebih dari 1.600 personel yang bertugas dalam pencarian, penyelamatan, dan penanganan korban. Selain itu, bantuan logistik juga telah disalurkan ke wilayah-wilayah yang terdampak gempa tersebut. [S1]
Rujukan:
- [S1] Kemlu pantau keamanan WNI pascagempa Tibet (2026-10-23)