/data/photo/2026/06/24/6a3b950c59d33.jpg)
Pergerakan pasar saham di kawasan Asia terpantau bergerak cenderung datar pada perdagangan Senin pagi, 24 Agustus 2026. Para pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil menantikan kepastian pengumuman rincian sanksi terbaru yang bakal dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran, di samping memantau perkembangan rilis laporan keuangan dari raksasa teknologi Nvidia.
Ketegangan geopolitik dan dinamika perdagangan global ini juga berdampak pada pasar komoditas serta mata uang. Harga minyak dunia tercatat mengalami penurunan, sementara dolar Kanada berada dalam tekanan akibat kembali meningkatnya ketegangan hubungan perdagangan antara negara tersebut dengan Pemerintah Amerika Serikat.
Di sektor teknologi, perhatian global tertuju penuh pada rilis kinerja keuangan Nvidia yang dijadwalkan meluncur pada hari Rabu. Ekspektasi pasar terhadap emiten produsen cip asal Amerika Serikat tersebut tergolong sangat tinggi seiring makin masifnya pertumbuhan bisnis berbasis kecerdasan buatan di tingkat global.
Sejumlah analis memproyeksikan pendapatan Nvidia pada kuartal berjalan bakal melambung hingga mendekati dua kali lipat menjadi sekitar 92 miliar dollar AS atau setara Rp1.629,2 triliun. Adapun total pendapatan sepanjang tahun diperkirakan berada di kisaran 103 miliar hingga 105 miliar dollar AS, atau mencapai Rp1.823,8 triliun sampai Rp1.859,1 triliun.
Kepala ekonom JPMorgan Bruce Kasman mengingatkan bahwa hasil dari forum di Jackson Hole mungkin tidak sepenuhnya menjawab ekspektasi pasar.
“Ada beberapa alasan untuk memperkirakan hasil yang kurang memuaskan,”
Bruce Kasman — Kompas.com
Arah Kebijakan Suku Bunga dan Neraca The Fed
Selain laporan keuangan sektor teknologi, arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat mendominasi perhatian pelaku pasar setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato dalam simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Forum tersebut sangat dinantikan guna menangkap sinyal pergerakan suku bunga acuan bank sentral.
Kendati demikian, kebiasaan pucuk pimpinan The Fed yang cenderung menahan panduan kebijakan sebelum keputusan resmi berisiko membuat ekspektasi investor tidak sepenuhnya terpenuhi.
Bruce Kasman menilai pembahasan dalam simposium ekonomi tahunan tersebut bakal lebih banyak diarahkan pada aspek teknis kebijakan internal bank sentral ketimbang memberikan sinyal eksplisit mengenai arah suku bunga jangka pendek.
Topik pengurangan neraca keuangan bank sentral diprediksi menjadi fokus utama pembahasan seiring perhatian komite pada rapat sebelumnya.
Bruce Kasman menjelaskan arah fokus paparan yang kemungkinan disampaikan oleh pimpinan bank sentral AS tersebut.
“Warsh kemungkinan besar akan lebih fokus pada aspek-aspek agenda 'perubahan rezim'-nya,”
Bruce Kasman — Kompas.com
Saat ini, pasar keuangan memperhitungkan peluang sekitar 40 persen bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang tanggal 16 September. Selain itu, proyeksi kenaikan suku bunga pada bulan Desember juga telah masuk dalam kalkulasi para investor.
Ekspektasi pasar tersebut masih berpeluang mengalami penyesuaian tergantung pada rilis data inflasi AS pekan ini, dengan median proyeksi inflasi inti berada pada tingkat 3,3 persen untuk periode Juli. Di sisi lain, pidato Kevin Warsh juga berpeluang diwarnai pertanyaan seputar rencana pembelian kembali obligasi pemerintah AS atau buyback yang sebelumnya diumumkan oleh Menteri Keuangan Scott Bessent.
Ia menambahkan bahwa risalah rapat komite bulan Juli menjadi acuan penting terkait fokus pembahasan neraca keuangan.
“Mengingat Fed telah bergerak menuju pengurangan neraca keuangan (balance sheet) dan komite memberikan perhatian pada hal tersebut dalam risalah rapat bulan Juli, topik itulah yang kemungkinan besar akan ia bahas secara mendalam,”
Bruce Kasman — Kompas.com
Kombinasi antara ketidakpastian sanksi geopolitik, ekspektasi pada emiten kecerdasan buatan, serta kejelasan sinyal kebijakan moneter bank sentral AS membuat investor global mengambil sikap menanti. Perkembangan keputusan dari Washington, simposium di Jackson Hole, serta laporan kinerja Nvidia bakal menjadi penentu utama arah pergerakan bursa keuangan sepanjang pekan ini.
Sumber rujukan: Kompas.com.