Marseille Dominasi 4-0 atas Strasbourg dengan Sepuluh Pemain di Lapangan

Amine Gouiri merayakan gol di Stadion Velodrome pada laga Marseille vs Strasbourg
Amine Gouiri merayakan gol di Stadion Velodrome pada laga Marseille vs Strasbourg. Sumber foto: ANTARA News.

Marseille menutup pertandingan pekan pertama Liga Prancis (Ligue 1) dengan skor meyakinkan 4-0 melawan Strasbourg pada Jumat (21/8/2026) di Stadion Velodrome. Kemenangan tersebut menempatkan Olympique de Marseille pada puncak klasemen sementara dengan tiga poin, sementara Strasbourg tetap tanpa poin setelah gagal mengamankan hasil positif di laga debutnya.

Laga berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal, namun momentum berubah drastis ketika gelandang Strasbourg, Samir El Mourabet, menerima kartu merah langsung pada menit ke-59. Keputusan wasit itu memaksa Strasbourg bermain dengan sepuluh orang, membuka ruang bagi Marseille untuk meningkatkan dominasi serangannya.

Sejak awal, Marseille mengadopsi taktik menyerang yang agresif. Angel Gomes menjadi ujung tombak pertama dengan tendangan keras yang memaksa kiper Strasbourg, Filip Jorgensen, melakukan penyelamatan krusial. Meskipun tekanan ini belum menghasilkan gol pada babak pertama, pola permainan Olympique de Marseille sudah jelas menguasai penguasaan bola dan menciptakan peluang berulang kali.

Kejutan terbesar muncul pada menit ke-59 ketika wasit memperlihatkan kartu merah langsung kepada Samir El Mourabet setelah pelanggaran keras yang dianggap berbahaya. Keputusan tersebut menurunkan jumlah pemain Strasbourg menjadi sepuluh, memberikan keunggulan angka yang dimanfaatkan Marseille secara maksimal. Kelebihan pemain di lini tengah memungkinkan penyerang Amine Gouiri menemukan ruang lebih leluasa di area pertahanan lawan.

Gouiri, yang ternyata menjadi bintang pertandingan, berhasil membuka skor pada menit ke-47 babak kedua. Gol pertamanya muncul dari kombinasi umpan dalam dan penyelesaian yang tajam, menjadikan hasil sementara 1-0 untuk Marseille. Gol ini tidak hanya memberi kepercayaan diri kepada seluruh skuad, tetapi juga menegaskan keunggulan taktik ofensif yang dijalankan oleh pelatih.

Setelah gol pertama, tekanan Marseille semakin meningkat. Pada menit ke-68, Gouiri kembali menambah angka melalui eksekusi penalti yang tepat sasaran, menjadikan skor menjadi 2-0. Penalti diberikan setelah sebuah insiden di dalam kotak penalti Strasbourg, dan Gouiri tidak mengkhianati harapan penonton dengan menempatkan bola tepat di sudut bawah gawang.

Menjelang akhir babak pertama, Strasbourg berupaya keras untuk menahan serangan ganda, namun kelelahan akibat kelebihan pemain jauh memengaruhi koordinasi mereka. Di menit ke-89, Keyliane Abdallah menambahkan gol ketiga untuk Marseille dengan memanfaatkan bola rebound di dalam area penalti, menegaskan dominasi tim tuan rumah. Gol tersebut memperlebar jarak sementara menjadi 3-0, sekaligus mengancam psikologis lawan yang sudah terdesak.

Waktu tambahan pada babak kedua menjadi saksi gol penutup yang dicetak oleh Pierre-Emile Hojbjerg pada menit ke-90+6. Serangan balik cepat menembus pertahanan Strasbourg yang sudah lelah, dan tembakan Hojbjerg berhasil menembus penjaga gawang, mengubah skor akhir menjadi 4-0. Skor tersebut bertahan hingga peluit akhir, menandai penampilan impresif Marseille yang mencetak empat gol melawan tim yang bermain dengan sepuluh pemain.

Kemenangan 4-0 ini tidak hanya memperkuat posisi Marseille di puncak klasemen sementara Ligue 1, tetapi juga menegaskan kemampuan tim dalam memanfaatkan situasi unggul angka pemain. Bagi Strasbourg, hasil negatif tanpa poin dan bermain dengan sepuluh pemain menjadi pelajaran berharga di awal musim, terutama dalam hal disiplin pemain di lapangan. Kedua tim kini menatap laga berikutnya dengan harapan untuk memperbaiki performa masing-masing, sementara para pendukung Marseille dapat menikmati awal musim yang menjanjikan bagi klub mereka.

Sumber rujukan: ANTARA News.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

ads

News