Kebakaran di Kompleks DPR Banjarmasin Hanguskan Rumah dan Bedakan

Puing-puing sisa kebakaran bangunan kayu di Kompleks DPR Banjarmasin Barat setelah dipadamkan petugas.
Puing-puing sisa kebakaran bangunan kayu di Kompleks DPR Banjarmasin Barat setelah dipadamkan petugas.. Sumber foto: Tribunnews.

Musibah kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat di Kompleks DPR, Jalan Bandarmasih, Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, pada Selasa (25/8/2026) pagi. Kobaran api yang berkobar cepat menghanguskan sedikitnya empat unit bangunan yang berdiri di wilayah Rukun Tetangga (RT) 31 dan RT 32.

Peristiwa yang berlangsung di awal hari tersebut menimbulkan kepanikan warga setempat lantaran mayoritas struktur bangunan di kawasan itu terbuat dari bahan kayu yang sangat mudah terbakar. Asap tebal membumbung tinggi dari lokasi musibah, memicu respons cepat warga serta barisan pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.

Petugas Tagana dari Dinas Sosial Kota Banjarmasin bergerak ke tempat kejadian perkara guna menyisir area dan mengumpulkan data mengenai tingkat kerusakan. Berdasarkan pendataan awal yang dihimpun oleh tim penanggulangan bencana di lapangan, dampak musibah ini terdistribusi secara merata di dua lingkungan RT terdampak.

Secara rinci, dampak amukan si jago merah di lingkungan RT 32 meliputi satu unit rumah kosong serta satu unit bangunan bedakan kontrakan empat pintu yang ludes terbakar hingga rata dengan tanah. Sementara itu di lingkungan RT 31, kobaran api menghanguskan satu unit rumah kosong dan menyebabkan kerusakan pada satu unit bangunan kos-kosan tiga pintu.

Koordinator Tagana Dinsos Kota Banjarmasin memberikan rincian data sementara mengenai jumlah bangunan yang terdampak di lokasi kejadian.

“Kebetulan ada RT 31 dan 32, kebetulan sama jumlahnya RT 31 dua bangunan dan RT 32 dua bangunan, masing2 juga ada satu rumah kosong terbakar,”

Harnoto Haryanto — Tribunnews

Dugaan Asal Api dan Jalannya Pemadaman

Asal muasal munculnya percikan api disinyalir bermula dari salah satu unit pintu bedakan kontrakan yang telah lama tidak dihuni di RT 32. Warga yang bermukim tepat di dekat unit tersebut sempat mendengar kegaduhan mencurigakan dari balik dinding kontrakan sebelum melihat kobaran api dari dalam.

Situasi darurat makin disadari warga sekitar setelah suara gonggongan anjing saling bersahutan memecah keheningan di sekitar tempat tinggal mereka. Para penghuni bedakan yang panik bergegas keluar untuk menyelamatkan diri dari ancaman api yang kian membesar, meski tak sempat mengamankan harta benda mereka.

Respons penanggulangan kebakaran dengan cepat mengemuka seiring berdatangannya armada pemadam kebakaran bersama Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swadaya warga. Petugas pemadam langsung menggelar selang dan menyemprotkan air ke titik-titik api utama guna menahan perambatan yang mengancam bangunan lain di sekitarnya.

Proses penyemprotan dan pemadaman di area musibah ini relatif terbantu oleh akses geografis lokasi yang berdekatan dengan Sungai Jafri Zam-zam. Keberadaan pasokan air yang melimpah dari alur sungai membuat tim pemadam dapat memompakan air secara berkelanjutan sampai kobaran api sepenuhnya berhasil dikuasai.

Salah seorang penghuni kontrakan menggambarkan situasi awal ketika ia menyadari keberadaan api dari ruangan kosong di sebelahnya.

“Saya dengar suara, saya kira itu suara tikus, suara itu dari pintu sebelah, memang kondisinya kosong. pas saya lihat ternyata api sudah di dalam. Tapi saat kejadian ada kasur di depan pintu itu yang terbakar juga,”

Roki — Tribunnews

Meski operasi pemadaman berhasil menghentikan perambatan api ke area pemukiman yang lebih luas, sebagian besar struktur fisik bangunan utama tidak dapat diselamatkan. Selain menghancurkan tempat tinggal, kebakaran ini menyisakan puing-puing kayu yang rata dengan tanah dan memicu kerugian materiil bagi para pemilik ternak, di mana empat ekor ayam peliharaan dalam kandang turut hangus terbakar.

Penghuni bedakan lainnya menceritakan kondisi kepanikan warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang saat api membesar.

“Tidak ada yang bisa diselamatkan lagi, sisa baju di badan aja lagi nah. Asal api itu benar dari bedakan (dikatakan warga pintu nomor 2) yang kosong,”

Manaili Aditya — Tribunnews

Insiden kebakaran di Kompleks DPR Banjarmasin Barat ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap bangunan-bangunan kosong yang berpotensi menjadi titik awal bahaya kebakaran di kawasan pemukiman padat. Penanganan lanjutan dan pembaruan data oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin masih terus dilakukan untuk memastikan pemenuhan bantuan logistik bagi para korban terdampak.

Sumber rujukan: Tribunnews, banjarmasin.tribunnews.com.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

ads

News