
Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, saat ini berada dalam kondisi mengkhawatirkan akibat kepungan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski indeks kualitas udara menunjukkan tingkat yang tidak sehat, fenomena warga yang tetap beraktivitas fisik di area terbuka, seperti Taman Kota Sampit, masih terus terjadi.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak memaksakan diri berolahraga di luar ruangan. Aktivitas yang seharusnya ditujukan untuk menjaga kebugaran tubuh tersebut dikhawatirkan justru menjadi ancaman serius bagi kesehatan apabila dilakukan di tengah paparan polusi udara yang pekat.
Kepala Dispora Kotawaringin Timur, Muhammad Irfansyah, menegaskan bahwa prinsip utama berolahraga adalah mencapai kesehatan, bukan malah menempatkan diri pada risiko paparan partikel berbahaya. Menurutnya, olahraga di saat kualitas udara buruk, khususnya dengan parameter kritis PM10 yang terdeteksi tinggi, dapat berdampak merugikan bagi kesehatan manusia.
Data ISPUnet pada Kamis, 27 Agustus 2026, mencatat angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sampit mencapai 104, yang mengategorikan kualitas udara ke dalam level tidak sehat. Kondisi ini secara medis dinilai merugikan tidak hanya bagi manusia, tetapi juga pada hewan dan tumbuhan di lingkungan terdampak.
Menyoroti pentingnya keselamatan di tengah buruknya kualitas udara, Kepala Dispora Kotawaringin Timur menyatakan
“Tujuan kita berolahraga itu kan supaya sehat, tapi kalau lagi asap ya jangan berolahraga di luar ruangan dulu. Kan banyak olahraga yang bisa dilakukan di dalam ruangan sehingga tidak terhirup asap kebakaran lahan”
Muhammad Irfansyah — ANTARA News
Prioritaskan Aktivitas Fisik Dalam Ruangan
Irfansyah menyarankan masyarakat untuk tidak menghentikan kebiasaan hidup sehat secara total, melainkan mengalihkannya ke lingkungan yang lebih aman. Berbagai bentuk latihan seperti senam atau angkat beban dapat dilakukan di dalam rumah untuk meminimalisir kontak langsung dengan asap yang mengandung debu hasil pembakaran lahan.
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak warga yang tetap melakukan aktivitas seperti berlari, bersepeda, maupun bermain sepak bola tanpa menggunakan masker pelindung. Dispora berharap masyarakat lebih bijak dalam melihat situasi kabut asap yang terus menyelimuti kota pada pagi dan sore hari guna mencegah gangguan pernapasan yang lebih berat.
Menutup imbauannya terkait aktivitas warga saat karhutla, Irfansyah kembali menegaskan agar masyarakat bersikap situasional
“Kalau asap pekat, kami imbau kurangi atau bahkan hentikan dulu olahraga di luar ruangan. Kita lihat situasionalnya, kalau kabut asap parah, mengapa kita paksa berolahraga di luar ruangan? Justru bisa mengganggu kesehatan”
Muhammad Irfansyah — ANTARA News
Ke depan, kesadaran kolektif untuk memantau status kualitas udara sebelum memulai aktivitas luar ruangan menjadi kunci pencegahan dini. Pemerintah daerah terus memantau situasi di lapangan seiring masih maraknya titik kebakaran lahan di sejumlah lokasi, sembari berharap partisipasi masyarakat untuk membatasi aktivitas fisik di ruang terbuka hingga kondisi udara kembali membaik.
Sumber rujukan: ANTARA News, kalteng.antaranews.com.