Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan tekanan jual yang cukup terasa. Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari Senin, 24 Agustus 2026, indeks domestik mencatatkan koreksi sebesar 0,69 persen atau setara dengan 45,04 poin, yang membawa IHSG bertengger di level 6.480,65.
Sentimen negatif yang membayangi pasar modal Indonesia sejalan dengan tren pelemahan yang terjadi di kawasan regional. Bursa saham Asia kompak berada di zona merah, mencerminkan adanya tekanan sentimen eksternal yang turut memengaruhi aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia sepanjang pagi hingga siang hari ini.
Aktivitas transaksi pada sesi pertama ini terpantau moderat dengan nilai transaksi mencapai Rp9,03 triliun. Secara keseluruhan, volume perdagangan yang diperjualbelikan oleh investor tercatat sebanyak 24,80 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi mencapai 1,39 juta kali.
Di sisi lain, pasar valuta asing juga menunjukkan pergerakan serupa dengan pasar saham. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami depresiasi tipis sebesar 0,02 persen atau 3 poin, sehingga ditutup pada level Rp17.697 per dolar AS.
Dinamika Saham Unggulan di Tengah Koreksi Pasar
Di tengah arus pelemahan indeks, beberapa emiten masih mampu mencatatkan kinerja positif yang signifikan. Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers hari ini di antaranya Pelangi Indah Canindo (PICO) yang naik 34,31 persen, Centratama Telekomunikasi Indonesia (CENT) dengan kenaikan 27,91 persen, serta Steady Safe (SAFE) yang menguat 23,35 persen.
Sebaliknya, tekanan jual tampak menekan beberapa emiten lainnya. Harta Djaya Karya (MEJA) memimpin daftar top losers dengan penurunan 9,92 persen, disusul oleh Citra Tubindo (CTBN) yang melemah 7,49 persen, dan Estee Gold Feet (EURO) yang terkoreksi 7,21 persen. Sementara itu, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham dengan nilai transaksi dan volume tertinggi, mencatatkan nilai sebesar Rp526,97 miliar dengan volume mencapai 26,70 juta lembar.
Koreksi pada sesi pertama ini mempertegas volatilitas pasar yang terjadi di tengah sentimen global. Dengan bursa Asia yang juga bergerak melemah, di mana indeks Nikkei 225 turun 0,48 persen dan Hang Seng terperosok 2,16 persen, para investor cenderung menanti arah kebijakan lanjutan yang akan memengaruhi stabilitas pasar di sisa waktu perdagangan hari ini.
Sumber rujukan: kumparan.com.