BI Purwokerto Nilai Panen Padi Mampu Redam El Nino

Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina saat memberikan keterangan pers dalam kegiatan Bincang BI Bersama Media di Purwokerto.
Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina saat memberikan keterangan pers dalam kegiatan Bincang BI Bersama Media di Purwokerto.. Sumber foto: ANTARA News.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto memprediksi puncak masa panen padi yang berlangsung saat ini dapat meredam dampak fenomena El Nino terhadap sektor pertanian dan ketersediaan pangan di wilayah Banyumas Raya.

Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina menyampaikan pandangan tersebut dalam kegiatan Bincang BI Bersama Media di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kondisi pertanian yang masih cukup baik dinilai menjadi modal penting untuk menjaga produksi dan pasokan pangan di tengah potensi gangguan akibat musim kemarau.

Optimisme tersebut didukung dengan situasi di lapangan yang menunjukkan masih banyak areal persawahan terlihat hijau serta ketersediaan air di sejumlah sungai maupun saluran irigasi masih terpantau mencukupi. Keadaan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan produksi pangan sekaligus mengurangi potensi tekanan harga akibat gangguan produksi selama musim kemarau.

Pihaknya tetap menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang atau dampak El Nino semakin kuat. Pada sektor hulu, langkah mitigasi dilakukan melalui optimalisasi jaringan irigasi, pompanisasi, pengelolaan sumber air secara efektif, serta mendorong penggunaan varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi musim kemarau.

Menanggapi potensi ancaman kemarau panjang terhadap ketahanan pangan daerah, Kepala KPwBI Purwokerto menjelaskan keyakinannya bahwa wilayah kerjanya masih memiliki penyangga yang kuat.

“Kita optimistis El Nino tidak terlalu berdampak terhadap sektor pertanian, khususnya di Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. Apalagi sekarang sedang puncak panen musim tanam kedua,”

Aswin Gantina — ANTARA News

Mitigasi dan Distribusi Pangan di Banyumas Raya

Selain penanganan di sektor hulu, Bank Indonesia juga mendorong pengembangan sentra pangan, optimalisasi lahan pertanian, pemberdayaan kelompok tani muda, serta penerapan teknologi digital farming guna meningkatkan produktivitas dan menjaga kesinambungan pasokan pangan. Pendampingan secara intensif kepada kelompok tani, petani muda, dan lingkungan pesantren turut diperkuat dalam rangka pengembangan komoditas pangan strategis.

Sementara itu, dari sisi distribusi, langkah penguatan dilakukan melalui optimalisasi kerja sama antardaerah lewat skema Government to Government di wilayah Banyumas Raya serta memperluas kerja sama Business to Business. Upaya tersebut juga dijalankan melalui pelaksanaan Operasi Pasar atau Gerakan Pangan Murah serta penguatan jaringan distribusi melalui Toko Tani untuk menjaga keterjangkauan harga komoditas pangan bagi masyarakat.

Pengawasan terhadap harga komoditas pangan strategis turut diperkuat agar sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi, sementara dampak penyesuaian biaya distribusi dan logistik terhadap pembentukan harga di tingkat konsumen terus dipantau secara berkala.

Menutup rangkaian pemaparan mengenai strategi pengendalian inflasi pangan, pimpinan Bank Indonesia tersebut menegaskan pentingnya konsistensi pelaksanaan seluruh program mitigasi.

“Dengan berbagai langkah tersebut, kami berharap stabilitas pasokan dan harga pangan di Banyumas Raya tetap terjaga meskipun wilayah tersebut menghadapi potensi dampak El Nino dan musim kemarau,”

Aswin Gantina — ANTARA News

Seluruh langkah mitigasi tersebut memerlukan koordinasi dan sinergi lintas pemangku kepentingan guna memastikan kecukupan pasokan, kelancaran distribusi, serta mengantisipasi risiko gangguan produksi akibat musim kemarau.

Di samping itu, sinergi kebijakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah terus diperkuat melalui penerapan strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif dalam kerangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.

Sumber rujukan: ANTARA News, jateng.antaranews.com.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

ads

News