
Atalanta tengah bersiap melakoni laga krusial dalam kompetisi Liga Konferensi Eropa dengan menghadapi Hapoel Tel Aviv di Stadion DVTK, Miskolc, Hungaria. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, menjadi penentu langkah tim asal Italia tersebut menuju fase grup setelah sebelumnya ditahan imbang tanpa gol pada leg pertama di Bergamo.
Bagi Atalanta, kompetisi ini memiliki arti penting untuk menunjukkan taring mereka di pentas kontinental di bawah komando pelatih baru, Maurizio Sarri. Fokus utama La Dea saat ini adalah memenangkan duel ini agar bisa kembali berkompetisi secara reguler di tengah pekan, yang menjadi kerinduan tersendiri bagi sang juru taktik.
Dalam persiapannya, Sarri menyoroti tantangan fisik yang dihadapi oleh beberapa anak asuhnya. Kondisi De Ketelaere yang baru pulih dari cedera mengharuskan tim medis dan pelatih berhati-hati dalam menentukan durasi bermainnya di lapangan. Meskipun demikian, rotasi pemain telah dipersiapkan dengan memasukkan nama-nama seperti Lazar Samardzic dan Giacomo Raspadori ke dalam susunan pemain utama untuk menjaga keseimbangan permainan.
Di sisi lawan, Hapoel Tel Aviv yang dinakhodai Elyaniv Barda datang dengan kepercayaan diri tinggi. Meski secara pengalaman internasional tim asal Israel ini berada di bawah Atalanta, mereka telah membuktikan ketangguhan dengan berhasil melewati dua babak kualifikasi sebelumnya. Emmanuel Boateng diprediksi akan menjadi ujung tombak yang memberikan ancaman nyata bagi lini pertahanan Atalanta dalam upaya mereka mencuri kemenangan di Hungaria.
Mengenai kondisi kesehatan pemain dan kesiapan tim menghadapi laga penentuan, Maurizio Sarri menjelaskan tantangan yang ia hadapi sebelum pertandingan dimulai.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. De Ketelaere baru pulih dari cedera dan keterlibatannya harus dibatasi. Kami belum memutuskan apakah dia akan memulai pertandingan atau masuk sebagai pemain pengganti.”
Maurizio Sarri — suaragarut.id
Strategi dan Ambisi Sarri
Maurizio Sarri menekankan bahwa pengendalian permainan akan menjadi kunci utama dalam laga ini. Ia menyadari bahwa ketika timnya kehilangan kendali, potensi bahaya dari lawan akan meningkat pesat. Oleh karena itu, mentalitas pemain di lapangan menjadi aspek yang terus ditekankan agar Atalanta mampu mendikte jalannya pertandingan dan menghindari kejutan yang tidak diinginkan.
Persaingan internal juga tampak memanas di lini depan Atalanta, di mana Nikola Krstovic dan Gianluca Scamacca kini sama-sama menunjukkan peningkatan performa. Sarri tidak menutup kemungkinan untuk menurunkan keduanya secara bersamaan jika skema permainan menuntut keberanian lebih di lini serang. Keputusan taktis ini akan menjadi penentu apakah Atalanta mampu mengunci tiket fase grup atau justru harus merelakan peluang mereka di kompetisi musim ini.
Terkait motivasi pribadi serta pentingnya kompetisi Liga Konferensi Eropa bagi karier kepelatihannya di Atalanta, Sarri menyatakan ambisinya.
“Saya lelah berada di rumah setiap Rabu dan Kamis tanpa bertanding di Eropa.”
Maurizio Sarri — suaragarut.id
Pertandingan di Miskolc ini bukan sekadar upaya kelolosan, melainkan pembuktian awal dari proyek yang dibangun Sarri di Bergamo. Dengan absensi beberapa pemain inti akibat cedera, termasuk Thomas Kristensen dan Isak Hien, konsistensi Atalanta akan diuji di hadapan pendukung yang menanti kesuksesan klub di Eropa. Hasil laga malam ini dipastikan akan memengaruhi dinamika skuad dalam mengarungi sisa kompetisi musim 2026.
Sumber rujukan: suaragarut.id.