Kecaman terhadap Kepergian Flavio Bolsonaro
Presiden Brasil terpilih kembali, Luiz Inacio Lula da Silva, menyebut kepergian kandidat presiden Flavio Bolsonaro ke Amerika Serikat (AS) sebagai tindakan memalukan dan tidak menghormati para pemilih. Hal tersebut disampaikan berkaitan dengan hasil putaran kedua pemilihan presiden Brasil yang digelar pada 25 Oktober. Lula da Silva memenangi pemilu dengan memperoleh 51,79 persen suara, sedangkan Bolsonaro sebagai lawannya meraih 48,21 persen suara. CNN Brasil melaporkan Flavio Bolsonaro telah tiba di AS bersama keluarganya. Perwakilan Gedung Putih menyampaikan bahwa Departemen Luar Negeri AS akan menerbitkan visa bagi Bolsonaro dan anggota keluarganya agar dapat memasuki AS. [S1]
Pernyataan dan Tuduhan Terkait
Lula melontarkan sejumlah pernyataan tajam mengenai kepindahan tersebut. "Saya bertanya-tanya apa yang ada dalam hati nurani seseorang yang baru saja kalah dalam pemilu dan melarikan diri dari negaranya sendiri. Jika Anda tidak menyembunyikan apa pun, Anda tidak perlu takut," kata Lula, seperti dikutip CNN Brasil. Lula juga menambahkan bahwa seseorang yang diam-diam meninggalkan negara tersebut tentu memiliki sesuatu untuk disembunyikan serta menyatakan tidak perlu mengeklaim bahwa tidak ada demokrasi di Brasil. Selain itu, Lula menuduh keluarga Bolsonaro memperlakukan Brasil sebagai tanah air kedua karena loyalitas kepada AS dianggap lebih utama oleh keluarga tersebut. [S1]
Pemeriksaan Hukum dan Bantahan
Sebelumnya pada hari Senin, pengadilan Brasil memerintahkan Flavio Bolsonaro, yang merupakan putra sulung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, untuk menyerahkan paspornya. Perintah penyerahan paspor tersebut merupakan bagian dari penyelidikan kasus pencucian uang. Terkait penyelidikan dan tuduhan yang diarahkan kepadanya, Flavio Bolsonaro membantah tuduhan pencucian uang tersebut. [S1]
Rujukan:
- [S1] Lula kecam Flavio Bolsonaro yang pergi ke AS seusai kalah pemilu (2026-10-28)