IHSG Sesi 1 Turun 0,11% ke 6.660,79, Rp 8,28 Triliun, Rupiah Menguat

Grafik IHSG sesi 1 4 September 2026 menurun ke 6.660,79, dengan latar Bursa Efek Indonesia.
Grafik IHSG sesi 1 4 September 2026 menurun ke 6.660,79, dengan latar Bursa Efek Indonesia.. Sumber foto: commons.wikimedia.org.

TendaBesar.id - Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir sesi pertama perdagangan pada Jumat, 4 September 2026, dengan penurunan 0,11 persen atau 7,1 poin, menempel di level 6.660,79. Data penutupan diambil dari platform Stockbit, yang mencatat aktivitas pasar pada jam perdagangan pagi.

Penurunan ini terjadi bersamaan dengan nilai transaksi harian sebesar Rp 8,28 triliun, volume perdagangan mencapai 21,91 miliar lembar saham, dan frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,21 juta kali.

Rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar AS pada hari yang sama, naik 35 poin atau 0,20 persen menjadi Rp 17.644 per dolar, menurut data Bloomberg. Penguatan mata uang lokal ini memberi sedikit penyeimbang terhadap sentimen pasar saham yang lemah.

Sementara itu, pasar saham di kawasan Asia menampilkan tren yang beragam. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,99 persen ke 64.858, Hang Seng Hong Kong meningkat 2,01 persen ke 25.727, SSE Composite China naik 0,35 persen ke 3.955,85, dan Straits Times Singapore naik 1,11 persen ke 5.811,97.

Di bursa Indonesia, sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan pada sesi I. Super Energy (SURE) melaju naik 650 poin atau 24,71 persen ke 3.280, Mineral Sumberdaya Mandiri (AKSI) naik 64 poin (24,62 persen) ke 324, Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) naik 970 poin (24,31 persen) ke 4.960, Mizuho Leasing Indonesia (VRNA) naik 17 poin (17,17 persen) ke 116, dan Pakuan (UANG) naik 510 poin (15,89 persen) ke 3.720.

Sebaliknya, beberapa saham mengalami tekanan penurunan. Pioneerindo Gourmet International (PTSP) turun 245 poin atau 14,98 persen ke 1.390, Intermedia Capital (MDIA) turun 36 poin (14,29 persen) ke 216, Agro Bahari Nusantara (UDNG) turun 105 poin (9,72 persen) ke 975, Logisticsplus International (LOPI) turun 5 poin (6,85 persen) ke 68, serta Yanaprima Hastapersada (YPAS) turun 85 poin (5,52 persen) ke 1.455.

Dengan penutupan di level 6.660,79, IHSG sesi I menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh faktor nilai tukar dan pergerakan saham unggulan, menandakan perlunya pemantauan berkelanjutan terhadap sentimen global dan kebijakan moneter dalam beberapa minggu mendatang.

Sumber rujukan: kumparan.com, pasardana.id, beritasatu.com, investasi.kontan.co.id.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

ads

News